Terapi Sagha untuk Bayi Pup Berdarah

30 January 2018 - Kategori Blog

.

Terapi Sagha untuk Bayi Pup Berdarah dapat membantu penyembuhan kejadian yang cukup sering terjadi pada bayi atau balita. Biasanya, ibu2 muda akan mudah panik bila anaknya mengalami beberapa gejala yang tidak sama seperti anak2 orang lain. Untuk menghindari kepanikan, cobalah untuk berhenti membandingkan kondisi anak sendiri dengan ciri-ciri yang ditulis di Kartu Menuju Sehat atau apa kata orang lain tentang anak Anda.
.
Informasi umum seperti cara memijat bayi dan perawatan pasca bersalin yang didapatkan, bisa terlebih dulu dipikirkan dengan seksama.
“Benarkah anak saya memerlukannya?”
.
Dari ratusan bayi dan balita yang telah menjadi pasien dan pelanggan kami, kesimpulan yang bisa kami rangkum adalah; bayi butuh perhatian dan kehangatan, serta keleluasaan bergerak dan bertumbuh.
.
Bayi milenial, nampaknya tidak suka dibedong dan lebih mudah sakit atau menangis.
Ibu2 atau nenek2 nampak kewalahan menghadapinya.
Mengapa ini terjadi?
Padahal dulu katanya 1 ibu jaga 6 anak itu biasa.
.
Namun, ibu yg sama (setelah jadi nenek) kewalahan menghadapi 1 cucu !
“Dia beda dengan anak2 saya.. anak saya dulu… bla3..”
.
Banyak ilmuwan Jepang yang menganggap ini adalah suatu fenomena dimana kita harus memperbaiki sesuatu demi generasi yang lebih baik.
.
Kali ini kita ambil contoh..
PUP berdarah, adalah salah satu indikasi adanya gangguan cerna pada bayi.
Gangguan cerna ini, para awam dan kedokteran ortodoks lebih suka melemparkan kesalahan pada makanan atau susu yang masuk.
.
Tentu saja itu ada benarnya.
Tapi yang paling benar adalah, kesiapan tubuh si bayi sendiri.
9 bulan dalam kandungan adalah saat ia bertumbuh mempersiapkan kehidupannya sendiri.
Dari 2 buah sel (telur dan sperma) ia menjadi 1, dan terus membelah diri sesuai perintah genetiknya.
Sehingga matanya mirip mama, mulutnya mirip papa, dsb..
.
Dalam persiapan ini, ia terus menyerap nutrisi dan oksigen dari darah ibu.
Maka yang harus dipastikan adalah, darah ibu bebas plak minyak dan bersih dari kuman.
Selain itu, darah yang kaya akan oksigen dan bakteri baik, akan membuat janin menjadi lebih sehat.
.
Ingat, waktu tidak akan pernah kembali.
Apa sudah terjadi, tak bisa diperbaiki dengan mengulangnya lagi.
Sama, kehamilan juga begitu.
Bila tidak disiasati, maka bayi yang lahit akan memiliki saluran cerna yg tak stabil.
.
Ibu yang memiliki riwayat sering konsumsi antibiotik, biasanya akan memiliki anak dg sistem cerna yg lemah. Karena tidak ada bakteri baik yg bisa diwariskan ke janin, dan perintah genetik dari ibu saat pembentukan saluran cerna anak, terhalang oleh berbagai kondisi yg sudah keluar dr kode asli DNA.
.
Pastinya kita harus tetap optimis dan mencoba berbagai cara utk menyehatkan buah hati kita.
Agar ia siap menghadapu dunia dan segala perubahannya.
Bila PUP berdarah terjadi pada anak Anda, Anda bisa coba cara pada infogram ini;
.
Jangan lupa utk selalu mengoleskan Sagha Ultimate pada punggung sampai lubang anus.
Selalu jaga kebersihan anus dan alat kelamin bayi (jangan gunakan popok lebih dari 10 jam)
Serta selalu berikan bayi pakaian yang hangat.
Hanya kehangatan yang membuat nyala gen menjadi aktif dan sehat.

, , , , , ,